FESTIVAL NINGKAM HAUMENI-2-

KEDAULATAN PANGAN, KESELAMATAN RAKYAT

Perubahan iklim global memberikan dampak yang meluas, tidak terkecuali wilayah Timor Tengah Selatan (TTS). Dalam dua tahun terakhir di wilayah ini mengalami gagal panen hingga dikhawatirkan terjadi krisis pangan luar biasa. Hal ini tentu akan mengancam kesehatan keluarga khususnya balita dan anak-anak sekolah. Kondisi makin diperparah oleh adanya kebijakan pembangunan yang eksploitatif dan pilihan ekonomi yang merusak. Diantaranya, maraknya ijin pertambangan mangan, emas, MIGAS dan juga industri kehutanan lainnya.

Sejak tahun lalu, OAT (Organisasi A’Taimamus) dan Masyarakat AdatTiga Batu Tungku yang didukung oleh kelompok masyarakat sipil lainnya,baik daerah maupun nasional telah berupaya mempromosikan usaha mandiri mengamankan keamanan dan kedaulatan pangan. Salah satunya melaluiFesitival Ningkam Haumeni.

Festival Ningkam Haumeni, tak muncul begitu saja. Ini sebuah gerakan masyarakat yang ingin meninggalkan pilihan ekonomi yang merusak, seperti Tambang dan Hutan Tanaman Industri yang telah membuat mereka menderita cukup lama. Dan mereka semua datang untuk mempromosikan pilihan ekonomi yang aman, berkelanjutan dan berdaulat—ekonomi tanpa tambang.

Festival ningkam haumeni kedua akan digelar pada 27 – 29 Mei 2011 di Gunung Batu Nausus – Mollo. Semangat festival tahun ini adalah mengajakdan menyerukan seluruh warga khususnya masyarakat adat secara perlahan-lahan memulihkan kembali kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang merusak dan mengancam pangan yang menghantui generasi Atoin Meto sekarang. Beragam acara akan digelar, mulai Teater, Drama, Puisi, Tari-tarian dan lagu-lagu rakyat Atoin Meto sejak awal mereka mengenal pangan.

Untuk itu kami membutuhkan Donasi anda dan kawan-kawan agar ikut berkontribusi bagi gerakan Donasi untuk Festival Ningkam Haumeni-2-

DUKUNGAN DAN PARTISIPASI Rekening Bank CIMB Niaga Mampang Jakarta – No 9030101046008 atas Nama Perkumpulan Jaringan Advokasi Tambang

Rute perjalanan :
Jakarta – Kupang ( Pesawat : 3 jam )
Kupang-soe ( darat) kurang lebih 2 jam perjalanan dengan bus
Soe –Kapan – Nausus Mollo  ( Darat ) kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Dengan mobil /ojek motor

Info Lebih Lanjut di http://www.jatam.org

Tentang jejakmollo

Orang Mollo memandang alam bagai tubuh manusia adalah kunci yang mereka percaya sebagai syarat keselamatan. Batu dilambangkan sebagai tulang, tanah sebagai daging, sedangkan air sebagai darah, dan hutan sebagai kulit, paru-paru dan rambut. Bila tidak ada batu berarti kehilangan tulang, jika ada batu berarti ada air.
Pos ini dipublikasikan di Festival Ningkam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s